*
Excited ngeliat judulnya? IYA! GUE JUGA! Walaupun awalnya gue sama sekali nggak yakin sama banner yang di-post orang-orang di Twitter, tapi setelah gue cek Facebook SM Audition dan menemukan banner yang sama, gue jadi yakin kalo itu nggak sekedar hoax.
Excited ngeliat judulnya? IYA! GUE JUGA! Walaupun awalnya gue sama sekali nggak yakin sama banner yang di-post orang-orang di Twitter, tapi setelah gue cek Facebook SM Audition dan menemukan banner yang sama, gue jadi yakin kalo itu nggak sekedar hoax.
Ini pertama kalinya SM membuka Global Audition di Jakarta. 2014 memang beda sih ya. Auranya juga udah beda. Kalo misalnya gue bilang ini baru awal, sepertinya juga nggak salah sih.
Masih inget dengan survey yang dilakukan SM beberapa waktu lalu lewat Facebook?
Survey berbahasa Indonesia (nah ini aja udah niat banget sebenarnya mereka) itu
berujung dengan Global Audition ini. Ini baru awal, sekali lagi, ini baru awal.
Jadi, mana suaranya yang mau jadi artisnya SM?!
(Hening.....) (Gue nggak mau....) (Jadi artis capek....) (Capek
pencitraannya wkwkwk)
Tapi kalau ditanya, “Ron lo mau ikut audisi global SM gak?”
Jawaban gue, “Iya, mau,”
Walaupun gue nggak pengen jadi artis, tapi gue bener-bener pengen ikutan audisi.
Cuma buat liat prosesnya. Cuma buat tahu rasanya. Cuma buat coba-coba. Urusan
diterima atau ditolak nggak akan jadi masalah karena awalnya niat kita hanya
pengen tahu. Nggak diseriusin. Penasaran aja.
Gue emang nggak akan punya harapan kalau ikut audisi di bidang nyanyi dan
dance. Tapi karena Global Audition ini membuka banyak cabang audisi (olahraga
kali pake cabang), gue mungkin bisa ikutan di cabang lain. Intinya, nggak usah
jadi penyanyi di bawah SM, yang penting masuk SM aja udah bagus.
#ketawaganteng
Walaupun gue tahu, misi lain terselubung di hati para fanboy dan fangirl
adalah ingin bisa masuk SM dan ketemu sama artis-artisnya. Iya. Gue rasa semua
orang pasti berpikiran yang sama. Tapi kalo niat awalnya aja udah begini, Tuhan
tahu mana yang terbaik buatmu, kisanak. Tanpa niat yang tulus dan berguna,
mungkin tidak akan diijinkan Tuhan hahaha
Kalo cuma pengen liat artisnya, gue nggak mau menyia-nyiakan waktu gue
dengan jadi trainee tapi akhirnya nggak debut. Mending gue jadi staf aja atau
tukang bersihin dorm. Kalo gajinya besar dan kontrak kerjanya jelas, gue mau
deh.
Tapi... HAHAHAH masa gue capek-capek kuliah S1 Broadcast malah jadi tukang bersing-bersih?
Gak ikhlas banget kalo ilmu gue nggak kepake. Lagian, Global Audition kan
tujuannya buat menjadi bakat. Bukan menjadi babu. Mungkin buat yang niat kerja
di SM, sebagai apapun itu, bisa dicek ke PJTKI terdekat. Mungkin ada PJTKI yang
spesialis perusahaan entertainment paket lengkap dengan bagaimana cara bisa
masuk ke dorm artis kesukaan atau sekedar ngintip di kamar mandi.
TKI merangkap sasaeng.
Balik lagi ke soal bakat, SM nggak cuma mencari penyanyi dan penari di
audisi global ini. Ada banyak cabang (aduh gue gak nemu kata lain sepanjang
ngetik ini) yang bisa kalian ikuti kalau memang niat. Sebut saja (selain nyanyi
dan dance) ada model, akting, Gag Man (komedian), MC, VJ dan komposer/arranger
lagu.
Luas banget kan? Seluas hati ini mengikhlaskan hubungan Yoona dan Lee Seung Gi. Bisalah salah satu kita kalo nggak kuat nge-dance, ya
ngelawak aja.
Kita disini maksudnya gue dan kepribadian gue yang lain.
Lebih detail lagi soal cabang-cabang audisinya, ini dia:
1. Menyanyi
Modal utama seorang penyanyi adalah? Vokal. Jelas. Masa iya modalnya dengkul. Nyanyi emang pake dengkul?
Buat yang selama ini
sudah pede banget sama suaranya. Buat yang sejak SMA udah jadi penyanyi band, buat
yang emang kursus vokal atau terbiasa nyanyi di paduan suara, yuk silahkan ikut
di cabang ini yuk.
Persiapkan
mental dan suara saja untuk audisi. Seperti halnya audisi ajang
pencarian bakat lainnya, SM nggak akan minta kalian bawa macam-macam.
Cukup
bawa diri dan email konfirmasi kalau kalian boleh ikut audisi (gue nggak
tau sih ini harus dibawa atau nggak tapi sebaiknya di bawa aja. Mungkin
akan ada loket penukaran email konfirmasi dengan nomor panggil yang
ditempel di dada). Masuk ke ruang audisi, nyanyi.
Karena ini bukan karaoke atau singing competition, kalian nggak perlu bawa
mikrofon (repot amat mas). Staf penilai ingin melihat kalian nyanyi secara akapela tanpa musik
dan tanpa mikrofon. Selain itu, SM juga nggak mengharuskan kalian untuk
menyanyi lagu Indonesia, Korea atau luar negeri lainnya.
Nah menurut gue ini sebuah keuntungan tersendiri. Saran gue aja sih, kalo
suara kalian bagus tapi nggak terlalu bisa menghapal lirik Bahasa Korea,
mending nyanyi lagu Indonesia aja. Jadi biar perfekto gitu loh. Walaupun masih
ada waktu juga sih buat menghapal, toh audisinya masih Februari ini.
Nyanyiin deh lagu-lagu yang bener-bener bikin
jaw drop. Jangan berpikir untuk menyanyikan lagu ‘Di Reject’-nya Jenita
Janet atau ‘Oplosan’ dan sebagainya. Walaupun lagu ini terbilang epic, tapi
mungkin untuk kelas audisi SM ini sangat tidak direkomendasikan.
Sekali
lagi pilihlah lagu yang sesuai karakter vokal. Kalo yang suaranya bagus
nyanyiin lagu-lagu rendah, pilihlah lagu-lagu rendah kayak (misal) ‘Miss
Korea’-nya
Lee Hyori (buat cewek) kalo buat cowok gue taunya cuma satu,
‘Really’-nya Song Joong
Ki, OST Nice Guy. Itu flat banget lagunya. Ini sekedar contoh aja. Agak
nggak bagus juga sih soalnya nggak menantang. Yang sering nyanyi yang
lebih tahu. Gue cuma ngebacot.
Waktu kalian cuma dua menit jadi silahkan diatur bagaimana caranya bagian
awal lagu – reff – ending lagu.
2. Dance
Gue pengen banget nge-dance dari dulu. Gue dulu pengen banget jadi balerina
dan ini semua salah Sherina. Padahal Sherina kan cewek ya, tapi dulu gue nggak
tahu kalo ternyata ada juga balerina cowok. Apa sih sebutannya? Balerino?
Untuk SM Global Audition, kalian akan diminta nge-dance freestyle dengan
musik yang sudah dipersiapkan oleh SM. Gue nggak tahu sih apakah lagu yang
bakalan diputer adalah lagu-lagu artisnya atau bukan (tapi sih kayaknya bukan),
cuma yang jelas, silahkan latihan sebisa mungkin dan sebanyak mungkin gerakan
buat inspirasi kalo-kalo musiknya nggak familiar.
Tapi gue sih nyangkanya bakalan dubstep, nggak mungkin ujug-ujug SM puter
waltz kan.
Sama kayak nyanyi, dance juga cuma dikasih waktu dua menit saja untuk
freestyle dance. Tapi hati-hati kalo misalnya selama ini kalian sering nonton
YKS terus suka kebawa-bawa twerking oblosan. Freestyle sih. Tapi liat juga
situasi dan kondisinya ya.
3. Model
Kategori model disini ada dua: model catwalk dan model CF (iklan). Akan
dibedakan lagi proses audisi yang catwalk sama yang CF. Tapi yang jelas, untuk
cabang ini, persyaratan umum lah yang orang-orang udah pada tahu, kalo mau jadi
model harus gimana sih.
Ya tinggi badan dan berat badan harus proporsional. Nggak mungkin misalnya
gue, tinggi 1,5m nggak nyampe, audisi buat jadi model. Basic jalan aja nggak
punya gitu mau jadi model. Hahaha kecuali kalo bintang iklan sih bisa-bisa aja.
Tapi kalo bintang iklan, gausah audisi di sini kayaknya juga bisa sih. Audisi
aja tempat lain, perbanyak jam terbang, bisa deh ntar
Untuk audisi model catwalk, kalian akan disuruh pose-pose dan jalan-jalan
kayak di catwalk. Tentu saja. Masa jalan di atas bara api. Sementara untuk
model CF, kalian nanti bakalan disuruh berakting dengan menunjukkan mimik wajah
sekaligus juga pose.
Misalnya, kalian mau konsep audisinya iklan susu. “Aku anak sehat! Ini
susuku!” terus membusungkan dada.
Bisa kayak gitu.
Atau kalian mau ngiklan sampo nih misalnya. Kalo rambut kalian panjang
menjuntai, jangan lupa keramas dulu sebelum audisi. Nanti kalo nggak keramas,
pas kibas-kibas rambut malah ketombe pada terbang semua lagi.
Kibas-kibas aja rambut kalian, terinspirasi dari trio macan begitu kan. Atau
konsepnya mau yang sampo penghilang kutu? Itu juga langka karena gue yakin
jarang ada orang Korea kutuan.
Bisa juga yang lain se-kreatif kalian aja. Yang jelas, harus meyakinkan.
Kalo kata Kim Woo Bin, “Sebelumnya aku nggak mau jadi aktor dan belajar akting.
Tapi aku sadar kalo syuting iklan itu juga butuh akting dikit-dikit akhirnya
aku belajar akting,”
Nah kurang lebih kayak gitu.
(apanya)
4. Aktor/Aktris
Audisi aktor dan aktris sebenarnya lebih gampang. Karena pada dasarnya kita
semua adalah aktor dan aktris dalam kehidupan kita. Hasek. Tapi berakting
sesuai naskah buatan manusia tidak sama dengan naskah buatan Tuhan.
Untuk audisi aktor/aktris ini, kalian diberikan waktu dua menit untuk
berakting sebebas kalian. Naskahnya kalian siapkan sendiri nggak ada batasan
dari SM improvisasi kalian mau kayak gimana. Kalian bisa akting nangis, ketawa,
ketawa sambil nangis, ketawa sambil nangis sambil kayang, ketawa sambil nangis
sambil kayang sambil menghapus air mata dengan sapu tangan, bebas.
Tadi gue sempat kepikiran mau ikutan aja yang cabang ini. Skenario gue
nantinya kayak gini:
“Yak nomor 1991, Ronzzy Kevin, silahkan masuk,”
Kemudian gue masuk ke ruangan dengan wajah bingung.
“Assalamualaikum? Ini bener praktek dokter THT?” ceritanya gue bertanya ke
salah satu juri yang orang Indonesia.
Pasti dia bakalan yang nggak ngerti dengan pertanyaan gue.
“Kamu Ronzzy Kevin?” dia bakalan nanya karena ragu apakah gue mau ikut
audisi atau mau sedot serumen.
“Iya bener saya Ronzzy Kevin. Ini bener ruang praktek dokter THT?”
“Bukan ini audisi SM Global,”
“Ah masa sih?” dengan sengaja gue mengeluarkan handphone dan membaca alamat
venue audisi. “Bener kok alamatnya disini. Praktek dokter THT, saya mau sedot
serumen,” kemudian gue akan melirik salah satu orang Korea yang ada disitu, “Dokternya
bapak ya?”
Karena gue nanya pake Bahasa Indonesia ke orang Korea, dia nggak ngerti
terus akhirnya dia nanya ke staf orang Indonesia-nya. “Ini maksudnya apa?” (Pake Bahasa Korea).
“Maaf pak biar saya yang urus,” kata staf orang Indonesia. “Mas,” beralih
ke gue, “Kita lagi audisi. Disini bukan dokter THT,”
“Nggak mungkin! Saya yakin banget sama google map saya! Google map nggak
pernah salah! Orang waktu itu saya dari Depok mau ke Grand Indonesia turun di Stasiun
Sudirman jalan kaki ke GI pake google map lancar aja kok! Nggak mungkin bohong!”
gue mulai nyolot. Dia mulai kesel.
“Aduh ini gimana sih? Satpam mana satpam!”
“LOH KOK MANGGIL SATPAM SIH MBAK?! MBAK BEGO APA GIMANA SIH?”
“KENAPA KAMU MALAH NYOLOT?!”
“LOH MBAK YANG DULUAN NYOLOT! SAYA KAN MAU KE DOKTER THT KENAPA MALAH
DIPANGGILIN SATPAM?! MBAK PIKIR SATPAM BISA SEDOT SERUMEN SAYA APA?!”
“SAYA KAN UDAH BILANG DI SINI BUKAN RUANG PRAKTEK DOKTER!”
“LOH MANA SAYA TAHU SAYA KAN DAPET ALAMATNYA DARI INTERNET GIMANA SIH YA
SAYA NGAK TAHU KALO TERNYATA DOKTERNYA LAGI TUTUP!” padahal nggak ada yang
bilang tutup.
Gue akhirnya berantem sama si staf orang Indonesia sampai dua menit
kemudian.
“Yak terima kasih sekian akting saya,” terus gue keluar dengan puas.
5. Gag Man (Komedian/Pelawak)/VJ/MC
Nah kalo yang bagian Gag Man, yang kebayang sih kayak stand up comedy. Nggak
ada batasan waktu yang diberikan SM menurut website official-nya. Jadi silahkan
ngelawak sebisa mungkin. Demikian juga dengan nge-VJ atau nge-MC. Sebebasnya
sekreatifnya. Gue jujur aja udah dapet ide juga sih bagian ini. Tapi karena gue
rencananya mau ikutan, jadi ide-nya nggak gue share. Hahahah #sok
6. Arranger/Komposer: Bagian yang paling nggak ngapa-ngapain di audisi
karena cuma nyerahin rekaman lagu doang dan bisa juga di attach di email.
***
Nah, permasalahannya sekarang, untuk akting, MC-ing, VJ-ing, dan Gag-ing, apakah
kita harus pake bahasa Korea?
Gue rasa nggak perlu. Kenapa? YA karena kita di Indonesia gitu. Lagipula
mereka juga nggak ada peraturan yang mengharuskan bahwa naskahnya harus
berbahasa Korea. Kan kita nyiapin sendiri, nah, seberapa banyak persentase
orang yang berbakat dan ingin ikut audisi dan bisa lancar berbahasa Korea?
Mungkin banyak tapi gue bukan salah satunya. Jadi menurut gue, menggunakan Bahasa
Indonesia adalah yang terbaik. Selain karena lo menginjakkan kaki membuka
audisi dan mencari anak pribumi, kenapa gue harus pake Bahasa lo gitu? #gaya
#hancurkansajagelasnya
Kualitas akting, MC-ing, VJ-ing dan Gag-ing kita kalo pake Bahasa Indonesia
pasti akan lebih baik ketimbang maksain pake Bahasa Korea (kecuali kalo
bener-bener udah fasih banget). Lagipula, gue yakin kok bakalan ada staf
Indonesia yang jadi pendamping audisi. Atau paling nggak ada orang Korea yang
sudah lancar berbahasa Indonesia dan mereka ngerti apa yang kita bawain. Nggak
perlu lah rasanya harus ber-Korea walaupun ini audisinya di perusahaan Korea.
CINTA BAHASA INDONESIA!
(Tapi audisinya ke perusahaan Korea)
(EA SAMA AJA BOHONG)
(YASUDAHLAH)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar