Minggu, 12 Januari 2014

Lika liku kehidupan remaja korea


Haii haiii!! , gue belakangan ini lagi penasaran gimana ya rasanya jadi anak sekolahan di korea. Yaa gara gara temen gue cerita tentang SM global audition yang katanya sih bakal diadain di jakarta. Udah tau kan? SM entertainment, agensi korea yang menaungi boyband girlband papan atas seperti suju, snsd dan lainnya.


Mengingat banyak remaja indonesia mengidolakan para idol kpop, mereka pasti nggak mau dong melayangkan kesempatan itu. Awalnya sih gue tertarik yaa, secara gue emang suka kehidupan disana, dan penasaran sama sekolahnyaa. Kalo nonton drama2 korea kaya dream high gitu, kerenn yaa. Apalagi seragam sekolah di sana, huhh ngilerr dahh..




Tapii!! Saat gue searching tentang sistem pendidikan di korea, ternyataa hororrr!! , banyangin aja remaja di sana harus menghabiskan waktu 16 jam di sekolahh!, ngapain aja tuh?? katanya sih supaya para siswanya bisa masuk ke universitas yang bagus. Kita beruntung loh yaa sekolah paling mentoknya pulang jam 3 nggak sampai jam 10 malem. Seremmm

Dan katanya remaja disana bener bener di tekan sama orang tua mereka, sebagian dari orangtua di korea menginginkan anaknya menjadi seorang dokter, tidak heran mereka sering memaksa anaknya untuk mengikuti kelas tambahan (les) sesudah pulang sekolah. Bayangin pulang jam 10 malem belum lagi ada les.


Banyak remaja di sana yang bunuh diri akibat tekanan tekanan yang diberikan sekolah dan orangtua mereka!, jika mereka merasa cemas dengan nilai ujian dan tidak memiliki pendukung yang memadai, hal tersebut membuat mereka berpikir untuk bunuh diri.

Bukan cuma itu, katanya biaya sekolah disana bisa dibilang mahal,
Menurut chosun illbo, para orangtua menghabiskan $1000 untuk pendidikan setiap bulannya. Pada tahun 2009, korea selatan menghabiskan $19 miliar untuk untuk les privat dan bimbingan test. Biaya tersebut dihabiskan untuk pendidikan negeri, ini menjadi alasan warga korea memutuskan memiliki anak lebih sedikit

Kekerasan fisik juga masih berlaku di beberapa sekolah, walaupun hal itu sudah dilarang, namun ada saja guru yang menggunakan kekerasan fisik untuk menegur siswanya


Namun dibalik semua itu, korea ternyata menjadi negara dengan pendidikan terbaik, kuncinya adalah teknologi. Dalam pembelajaran, murid murid disana dimanjakan dalam mencari informasi dengan akses internet bekecepatan tinggi

Yuupp, inilahh faktanya.., mungkin pemerintah disana harus lebih memperhatikan sistem pendidikan untuk para siswanya.karena menurut gue sekolah disana terlalu menekan siswanya, siapa yang diuntungkan dan siapa yang dirugikan??

Oke sekian informasinya , semoga bermanfaat :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar