Pada akhirnya 'The Heirs' harus tamat. Plot cerita penutupnya cukup
manis. Choi Young Do memintaa maaf pada Moon Joon Young, cowok yang pada
episode 1 di-bully-nya. Kemudian, Kim Tan pun jadian sama Cha Eun Sang.
Bukankah itu manis? Setidaknya bagi Kim Tan dan Eun Sang, dan tidak
bagi CHoi Young Do. Sebagaimana MWave melansir, inilah 10 momen terbaik drama Korea 'The Heirs' episode 20.
*
Moon Joon Young: "Kenapa kau di sini? Apa ada hal yang tersisa untuk menyiksaku lagi?"
Choi Young Do: "Ini nggak seperti kelihatannya.
Aku datang kemari untuk meminta maaf.
Maafkan aku. Hormat. Aku minta maaf. Aku benar-benar minta maaf."
Moon Joon Young: "Mungkin kedatanganmu mengejutkanku karena permintaan
maafku. Tapi, bila kau benar-benar meminta maaf, kau tetap akan
menjalani sisa hidup dalam rasa bersalah."
Choi Young Do: "Oke, aku akan."
Moon Joon Young: "Aku takkan menerima permintaan maafmu. Selamanya. Jangan pernah menemuiku lagi."
Pesan: meminta maaf mungkin sulit, tapi lebih sulit lagi memberi maaf. kata orang tua.
*
Cha Eun Sang: "Di dunia ini setiap orang saling merindukan,
Aku mau tahu sebanyak apa, kau -Young Do- dan yang lainnya terluka.
Waktu aku masuk sekolah ini tiap pagi, aku kadang-kadang melihat siswa nakal menggambar dengan kapur.
Aku benar-benar terkejut. Hal itu bukan hanya dilakukan oleh satu orang saja.
Satu hari Hyo Shin, di hari lain Ye Sol, hari lainnya lagi Myung Soo,
bahkan di hari berikutnya aku tak pernah membayangkan kalau Yoo Rachel
juga pernah melakukannya.
Dan hari ini, Young Do yang melakukannya.
Aku ingin tahu apa setelah aku menemukan pelakunya (si pembuat outline tersebut, red.) aku akan membencinya.
Tan, aku mau tahu, apa kau pernah juga menggambar garis kapur di pagi hari?"
*
Ibu Young Do: "Young Do."
Choi Young Do: "Halo."
Ibu Young Do: "Kau baik-baik saja?"
Choi Young Do: *diam dan berpikir sebentar* "Tidak."
Ibu Young Do: "Kau tumbuh begitu tinggi, anakku. Kau lebih ganteng sekarang."
Choi Young Do: "Bu...
Bu..."
Ibu Young Do: "Aku minta maaf. Aku benar-benar mintaa maaf aku nggak
bisa menunggu terlalu lama. Aku mau datang melihatmu, tapi maaf aku
nggak melakukannya."
Tangisan Young Do dan ibunya yang telah berkumpul kembali.
*
Yoon Jae Ho: "Apa kau berpikir untuk merawatku?"
Yoon Chan Young: "Kenapa kau tetap mau bermain dan nggak kerja? Kau
kelihatannya tidak membenci pekerjaan waktu dipecat terakhir kalinya."
Yoon Jae Ho: "Tunggu sampai kau dewasa. Hidup dalam masyarakat tidaklah
mudah. Beberapa kali itu akan membuat hidupmu bergairah dan lainnya
menyakitkan saat berkencan dan itu memaksamu keluar dari kehidupanmu."
Mr Yoon, berkotbah.
*
Kim Won: "Bagaimana dengan ujian akhirmu? Kau tidak melakukannya lagi seperti yang terakhir kan?"
Kim Tan: "Kau akan sangat terkejut saat mengetahuinya. Tanyakan Chan Young!"
Chan Young: "Kim Tan menempati posisi 50."
Kim Won dan Yoon Jae Ho: "Benarkah? Posisi 50?"
Kim Won: "Dia melakukannya dengan baik."
Yoon Jae Ho: "Benarkah dia? Aku sama sekali nggak tahu ada siswa yang berposisi di peringkat 50 di SMA Jeguk."
Kim Won: "Bagaimana yang didapat Chan Young."
Yoon Jae Ho: "Chan Young selalu pertama. Tak ada cerita di kelas kalau
dia merasa membosankan. Sekarang aku tidak pernah bertanya apa-apa lagi
mengenai itu."
*
Jeon Hyun Joo: "Sisiku lagi.
Berarti keinginanku akan terwujud.
Kita putus saja, itu keinginanku.
Walaupun kita duduk berdekatan dan saling memandang, kita begitu jauh.
Ini bukan sesuatu yang tidak kuketahui, jadi jangan meminta maaf."
Kim Won: "Aku minta maaf. Maafkan aku. Aku benar-benar minta maaf."
Jeon Hyun Joo: "Aku bilang padamu bahwa aku adalah gelombang yang menghalangi jalanmu. Selamat tinggal."
*
Kim Won: "Aku memikirkan tentang kesepakatan kita -untuk mengirimmu ke Amerika.
Jangan kesana. Sebaliknya, tinggallah di belakangku. Di sisiku.
Hal itu berarti, kau tidak bisa memimpikan untuk impian lain.
Aku katakan padamu, seriuslah mengambil kelas manajemen. Itu saja.
Ini sangat sepi."
Kim Tan: "Kalau aku tinggal, kau takkan kesepian?"
Kim Won: "Aku masih kesepian. Tapi, itu lebih baik daripada kau tidak ada."
*
Choi Young Do: "Pertemuan pertama kita terjadi jauh lebih cepat dari ingatan kita."
Simbol plester jari.
*
Yoon Chan Young: "Delapan belas."
Kang Ye Sol: "Aku akan mulai yang pertama.
Delapan belas memberikan rasa sakit pada diri sendiri."
Yoon Chan Young: "Dan bisa membuat rasa kesepian."
Lee Bona: "Pada saat kau harus menghadapi musuh besar."
Kang Ye Sol: "Tapi, hal itu bisa memberikan hatimu gairah."
Yoon Chan Young: "Dan itu adalah usia yang memberikan mimpi besar untuk bermimpi."
*
Cha Eun Sang: "Kita mungkin akan terjatuh lagi dan kita mungkin jatuh berlutut."
Kim Tan: "Meski begitu, kita terus maju."
sumber : kisahromance.blogspot.com











Tidak ada komentar:
Posting Komentar